Waktuku tak lekang didera panas dan hujan,
waktuku tak ada bagimu
Orang bilang “waktu itu tidak ada”, memang benar adanya!
Malam pernah bilang “waktu hanyalah ilusi”,
namun ilusi tidak berarti waktu bagiku,
karena waktu ku adalah aku dengan segala keakuanku!
Tuesday, 28 July 2009
Sunday, 26 July 2009
Semakin jarang melihat senyum dan merasa hangatnya,
semakin enggan kiranya dia untuk mencinta.
Semakin setia mencoba untuk tetap kokoh,
semakin biasa terasa berjalan dengan satu kaki.
Menapak bentangan luas savana dengan satu kaki tidaklah mudah,
namun itu bisa, keyakinan bisa itu yang berbahaya.
Rapuhmu pun jauh lebih angkuh dari kepongahanku!
Belai manja terasa hanya akan membuatmu lebih rapuh,
semakin rapuh dirimu, semakin angkuh egomu!
Singa itu telah memutuskan untuk menyimpan dengan rapih semua taring dan cakarnya,
berharap akan tersimpan abadi tak digunakan lagi.
Bisa kau bayangkan jika seekor singa telah memutuskan untuk tidak lagi memangsa?!
Sampai saat ini aku yakin, semakin kau tunjukkan rapuhmu, semakin angkuh egomu,
itulah pelepasan cinta dan sayangmu padaku.
Aku masih percaya semua itu bukan basa-basi belaka!
Monday, 11 May 2009
Aku ingin menangis
aku ingin menangis
aku ingin menangis
Sangat ingin 'ku menangis
Derita yang sangat pahit, air mataku enggan menetes
Pernah kau merasa yang kurasa?
Ketika sangat ingin untuk menangis, tetapi air mata enggan menetes?
pada bait ini aku sungguh tak tahu harus menulis apa,
aku sungguh tak tahu harus mengungkapkan apa,
aku sungguh tak tahu bagaimana mengungkapkannya,
aku sungguh tak tahu bagaimana caranya! AKU INGIN MENANGIS!!!
Saat ini aku merasakan cinta dan kasih sayang Mu, kau, dan dia!
Aku ingin menangis
aku ingin menangis
aku ingin menangis
Sangat ingin 'ku menangis
Hidup tanpa jiwa, menapak awang-awang semu bertahta hampa di malam hina
Aku ingin menangis!
........air mata tak kunjung jatuh......, aku ingin menangis...............
02.29 AM
Saturday, 7 March 2009
........,ada bagian yang hilang.......
berpikir benar pun belum tentu benar,
bertolak pinggang pun belum tentu angkuh,
bermurah hati pun belum tentu baik,
bercinta pun belum tentu sayang.
Pantas ada yang hilang.......
karena waktu itu turun salju di permukaan jahannam,
porak poranda murka pertanda cinta.
Dia kecewa, resah hati menunggu salju berikutnya,
salju tak kunjung turun menyejukkan jiwa yang membara,
meleleh menjadi hujan sebelum menyentuh bumi.
"tak apalah, hujan pun akan kupuja . . . . . ."
Sunday, 1 March 2009
Nanar benci menghantam jiwa
disaat kekasih malam menampakkan muka.
Aku membeku, terdiam, terpana
tak tau makna dari ini semua.
Malamku selalu indah dan bergairah,
tetapi tidak malam ini.
Sepertinya malam membenciku saat ini
entah mengapa aku tak kuasa
tak kuasa mendengar dan membacanya,
tak ingin menyentuh simalakama,
tak harap cinta yang akan bergelora,
tak harap benci yang akan bertahta.
Ach......, jika ku mau tau
cukup ku diam membisu
dan semua akan berlalu
membekas dan menyisakan pilu.
Tuesday, 13 January 2009
Malam : "sudah lama ku mununggumu!"
malam : "benarkah?"
Malam : "sudahlah! aku memang selalu memimpimu!"
malam : "..........."
Malam : "kemarin kau bersyair 'candu bernama malam', dan waktu itu 'kau menyatu dengan malam'
malam : "iya! adakah kau merasa sama? adakah kau menikmatinya? apa candu itu tidak bernama malam bagimu?"
Malam : "iya! aku merasakannya, dan masih sulit untuk menampikkannya!"
malam : "aku sudah katakan, 'candu itu bernama malam'!"
Malam : "dan aku tidak mengingkari pernyataanmu!"
malam : "iya, aku tahu!"
Malam : "detik ini malam akan bersandar ke mana? kepada dirimu atau kepada diriku?"
malam : "tidak! malam tidak bersandar, tapi malam merasuki!"
Malam : "baiklah, malam merasuki! Tapi detik ini malam akan merasuki siapa? malam menjadi bimbang!"
malam : "malam tak pernah bimbang, malam tak pernah ragu! malam akan merasuki kita berdua, malam akan bergairah. Kita akan bercinta dengan malam malam ini, kita akan bercinta bersama, karena malam tak boleh memilih, kita akan bercinta malam ini....."
Merah menyala, tidak kelam mencekam
malamku di Gaza.
Api berkobar, asap mengepul
malamku di Gaza.
Debu berkecamuk, mesiu menggebu
malamku di Gaza.
Angkuh meringkuh peluh si tua layu yang kelabu
membisu pilu jiwamu.
Lagu berganti maki,
maki berganti caci,
caci mengharap mimpi.
Mimpi terlalu sombong tak mau akui bohong,
si tua layu memimpi bohong!
Di sini malamku perawan, masih hitam dan kelam,
di sini malamku masih perjaka, masih tanpa noda,
di sana malamku diperkosa,
diperkosa merah api yang menyala,
diperkosa gerombolan asap yang megepul,
diperkosa deru debu yang berkecamuk,
diperkosa bising mesiu yang menggebu.
Malamku di sini masih setia,
masih setia mencumbu dan merasuk jiwa,
di sana malamku berkhianat, ingkar akan ketenangan, keheningan, kesunyian, gairah, dan kedamaian yang dahulu ia janjikan.
Malamku di Gaza, kembalilah ke hakikimu!
jiwaku masih setia untuk kau rasuki, ragaku masih bergairah untuk kau cumbui,
kembaliah malam...
Sunday, 11 January 2009
Dear "Angel", my mighty blind guardian angel..........,
Will you come down to take all over this shit?
Because the sun doesn't shine anymore,
and i know, the sun means nothing to you
you are my expected falling guardian angel...
When i was listening to the "millenium sun"
i asked myself "are you there watching me?"
because i know, you are blind but you are not deaf!
just listen to the call, then i'll take you home!
And now "the acid rain" has fallen,
still i got nothing to do
except waiting for you arrival
right here...., down here.....!
I've heard something about the "unholly wars",
was that really happened? please tell me more about it! I'm begging you!
Can i? may i? please.....?! can't you fulfill my desire? desire to "the unholly wars"!
So, it's impossible? Did you mean it?
OK! i don't need that story anymore!!!
From now on, all i need is just "REBIRTH"!!!
PLEASEEEEE..................., I NEED THAT REBIRTH, my dear mighty blind guardian angel!
JUST GIVE ME what i asked you, and no more questions!!
tikam menikam, bercinta di dalam sekam
gaya anak jaman sekarang, jaman yang kelam
tindih menindih, bercinta di dalam buih
gaya bapak jaman sekarang, jaman pamrih
kelakuan ibu jaman sekarang, jaman kentut
injak menginjak, bercinta sampai bengkak
kelakuan guru jaman sekarang, jaman bongak
banting membanting, bercinta sampai bunting
gaya bocah jaman sekarang, jaman sinting
adu mengadu, bercinta sampai pilu
gaya ulama jaman sekarang, jaman bau
batu, membatu
lebih baik ku membatu.....
menunggu,
menunggu,
menunggu,
menunggu,
menunggu,
menunggu,
menunggu,
menunggu,
akhir.......
Depok, 03/01/09
"Bu, bapak di mana? Seharian aku belum melihatnya."
"Sudah mati nak!'
"Oh..., syukurlah, akhirnya mati!"
"iya!"
Terlintas angan di benak yang tak mau berhenti berfikir
memikirkan apa kelak yang akan terjadi jika ku tak lagi mendengarkanmu
akankah ku tetap seperti ini atau akankah kau tetap akan memaksaku untuk mendengarkanmu?
sungguh, memaksa diri untuk tidak mendengarkanmu lebih berat daripada harus memaksa diri untuk menuruti semua perkataanmu.
Seorang ksatria malam telah bosan berkelana di kegelapan malam
tapi apa daya malam tetap lebih indah daripada siang.
Seorang ksatria malam terfikir untuk melepas baju jirahnya,
melepas semua bosan yang tak bosan menghampirinya.
Tak guna menyimpan bosan dan keluh kesah,
karena semua hanyalah beban yang takkan pernah bisa kau lepaskan.
besok takkan lebih baik dari hari ini,
karena, ingat, bosan dan keluh kesah takkan penah bisa kau lepaskan!
Tak apalah, setidaknya hari ini bisa lebih baik daripada esok!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya hasrat!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya segan!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya teman!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya perasaan!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya harta!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya kau!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya lawan!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya cinta!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya belas kasih!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya rasa takut!
Tak apalah, setidaknya hari ini ku masih punya malam.........
Merengkuh abadi malam tatkala tersesat,
tersesat di antara waktu yang telah lelah,
lelah disaat makhluk-makhluk telah bosan diperbudak,
diperbudak mimpi, nafsu, dan kebodohan yang sombong,
sombong seolah semua makhluk tanpa pamrih mendewa,
mendewa kemunafikan.
gelap malam takkan membutakanku,
rintih takdir takkan memekakkan telingaku,
panas api takkan membakarku.
fatamorgana itulah warasku!
memanggil untuk sebuah basa-basi,
basa-basi itu bukanlah basa-basi,
tapi kesungguhan kalian adalah basa-basi.
berkata jiwa di dalam raga.
Apa daya, kesungguhan kalian adalah basa-basi,
namun basa-basi ku bukanlah basa-basi.
basa-basi
sungguh
sungguh
sungguh
sungguh
sungguh
sungguh
sungguh
sungguh
sungguh
munafik.
Depok, 03/01/09